Bahaya Napza Dan Cara Menghindarinya
Zat Adiktif ialah zat-zat kimia atau zat bukan narkotika dan bukan psikotropika yang sanggup menjadikan kecanduan atau ketagihan pada pemakainya. Contoh alkohol (minuman kera) dan rokok. Minuman keras merupakan semua minuman bukan obat yang mengandung alkohol (C2H5OH). Berdasarkan kandungan alkoholnya sanggup dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu:
- Kelompok A, kadar alkohol 1 - 5. teladan bir
- Kelompok B, kadar alkohol 5 - 20, teladan anggur
- Kelompok C, kadar alkohol 20 - 50, teladan arak, wiski dan vodka.
Rokok mengandung zat-zat yang beracun dan sanggup mengakibatkan kecanduan, yaitu nikotin dan 4000 zat kimia dalam setiap batangnya, diantaranya 40 zat kimia yang berbahaya yaitu hidrogen sianida (HCn), arsen, amonia, polonium dan karbon monoksida (CO). Zat kimia tersebut juga berbahaya bagi perokok pasif yaitu orang yang tidak merokok tetapi berada di lingkungan asap rokok.
Efek materi kimia dalam rokok bagi kesehatan:
| Bahan kimia | Efek |
| Nikotin | - Menyebabkan ketagihan - Merusak jaringan otak - Menyebabkan darah gampang menggumpal - Mengeraskan pembuluh darah arteri |
| Tar | - Membunuh sel-sel pada terusan pernafasan dan paru-paru - Meningkatkan produksi lendir dan cairan paru-paru - Menyebabkan kanker paru-paru |
| Karbonmonoksida | - Meracuni darah alasannya ialah mengikat hemoglobin darah 200 kali lebih berpengaruh daripada oksigen |
| Zat-zat karsinogen | - Merangsang tumbuhnya sel-sel kanker di dalam tubuh |
| Iritan | - Mengganggu terusan pernafasan dan kantong udara pada paru-paru |
B. Psikotropika
Psikotropika ialah zat atau obat. baik alami maupun buatan bukan narkotika yang bersifat psikoaktif melalui imbas selektif pada susunan saraf pusat yang mengakibatkan perubahan khas pada acara mental dan perilaku. Termasuk psikotropika yaitu ekstasi (inex/cece/kanding/cenin), shabu-shabu. L.SD, dan lain- lain.
1. Obat perangsang (Stimulan)
Obat perangsang atau stimulan yaitu obat-obatan yang sanggup menjadikan rangsang tertentu pada pemakainya. Obat ini bekerja dengan menawarkan rangsangan terhadap otak dan saraf. Obat rangsang sanggup berupa amphetamine atau turunannya. Stimulan yang sering beredar di pasaran ialah ekstasi dan shabu-shabu. Pemakaian amphetamine sebagian besar dimanfaatkan untuk menekan nafsu makan berlebih, mengobati penderita hiperaktif, dan penderita narcolepsy, yaitu serangan rasa mengantuk berat yang tiba-tiba dan tidak terkontrol. Akan tetapi, stimulan juga banyak disalah gunakan dalam bentuk konsumsi di luar batas takaran yang dianjurkan. Pada tahap awal pemakaian, akan timbul perasaan bahagia berlebihan, rasa percaya diri yang besar, dan semangat yang terlalu tinggi. Pada pemakaian dalam takaran berlebih akan memperlihatkan gejala-gejala ibarat kejang-kejang, panik, muntah-muntah, diare, bola mata membesar, halusinasi yang menakutkan, tidak sanggup mengendalikan emosi, dan koma, yang jxika dibiarkan sanggup mengakibatkan kematian,
a. Ekstasi atau Methylenedioxy Amphetamine ( MDMA)
Ekstasi atau Methylenedioxy Amphetamine yaitu turunan zat amphetamine yang bereaksi lebih berpengaruh dan amphetamine sendiri. Mulanya ekstasi digunakan untuk mengobati penyakit syaraf dan gangguan kejiwaan yang lain. Ekstasi mempunyai rumus kimia C11H15O2. Ekstasi juga disebut pil setan, alasannya ialah pengaruhnya ibarat setan yang merusak sistem saraf pusat dan sel-sel otak. Selain itu, pil ini juga sanggup mengakibatkan ketergantungan. Ekstasi yang banyak diperdagangkan biasanya berupa kapsul berwama kuning dan merah muda atau berupa tablet berwama coklat dan putih. Ekstasi sanggup dikategorikan sebagai kelompok obat yang gampang dimodifikasi struktur kimianya untuk memperoleh materi aktif yang lebih ampuh khasiatnya.
Jika ekstasi diminum maka akan segera timbul gejala-gejala berikut:
1) Perasaan menjadi sangat gembira, tersanjung, bsrsemangat, dan puas diri serta menjadi lebih terbuka kepada orang lain.
2) Tubuh gemetar, gigi gemeletuk, keluar keringat dingin, dan detak jantung tidak normal.
3) Nafsu makan hilang, pandangan kabur, dan keluar air mata terus-menerus,
4) Badan panas luar biasa (hipertermia), yang apabila diikuti dengan minum terlalu banyak air akan menjadikan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh yang disebut dengan hipnotermia. Jika terjadi komplikasi sanggup menjadikan kematian.
b. Shabu-shabu
Salah satu turunan amphetamine yang lain ialah metamphetamine yang mempunyai rumus kimia C10H15N. Zat ini juga dikenal sebagai shabu-shabu. Bentuknya yang berupa kristal tidak berwarna dan tak berbau sangat gampang larut dalam air. Shabu-shabu mempunyai imbas yang sangat keras pada susunan saraf. Efek yang sanggup ditimbulkan cenderung lebih cepat dan lebih jago daripada ekstasi. Secara psikis shabu-shabu sanggup menjadikan efek-efek berikut:
1) Timbulnya perasaan sehat, percaya diri, bersemangat, dan rasa besar hati yang berlebihan.
2) Muncul perasaan berkuasa disertai peningkatan konsentrasi semu,
3) Nafsu makan menurun, sulit tidur, dan biasanya muncul halusinasi. Mirip ibarat kalau mengonsumsi alkohol, pemakai ekstasi sanggup dalam jangka usang sanggup mengalami penurunan berat tubuh terus-menerus, kerusakan organ dalam, stroke, bahkan kematian. Jika orang sudan kecanduan, ia akan terus-menerus gelisah, ketakutan, sensitif, bingung, dan putus asa.
2. Obat Penekan Saraf (Depresan)
Obat jenis depresan ialah obat yang bereaksi memperlambat kerja sistem saraf pusat. Obat jenis ini biasanya berupa obat tidur dan obat penenang. Obat ini biasanya diminum untuk mengurangi rasa cemas atau untuk membuat pikiran menjadi lebih santai. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi insomnia (penyakit kesulitan tidur). Contoh obat penekan saraf pusat antara lain diazepam (valium), nitrazepam (mogadon), luminal, dan pil KB. Di Indonesia para pengedar menamakan obat-obatan ini sebagai pil koplo. Penyalahgunaan obat penekan saraf sanggup menjadikan banyak sekali macam efek, antara lain perasaan menjadi labil, bicara tak karuan dan tidak jelas, gampang tersinggung, serta daya ingat dan koordinasi motorik terganggu sehingga jalannya menjadi limbung.
3. Obat Halusinogen
Obat jenis halusinogen ialah obat yang kalau dikonsumsi sanggup mengakibatkan timbulnya halusinasi. Obat Halusinogen paling populer ialah lysergic acid diethylamide (LSD). Selain itu, ada juga obat halusinogen yang tak kalah hebatnya dalam menciptakan halusinogen bagi pemakainya, yaitu psilocybin, yang dihasilkan dari spesies jamur tertentu, dan mescalins, yang dihasilkan dari sejenis kaktus yang berjulukan peyote.
Efek yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan obat halusinasi ini ialah sebagai berikut:
a. Keringat berlebihan, denyut jantung menjadi cepat dan tak teratur, timbul perasaan cemas.
b. Pupil mata melebar dan pandangan mata kabur.
c. Terjadi gangguan koordinasi motorik dan terjadi halusinasi.
C. Narkotika
Narkotika berasal dari kata narcotics yang artinya obat bius. Narkotika ialah zat kimia atau obat yang berasal dari flora atau bukan tanaman, sintesis atau bukan sintesis, yang dapat mengakibatkan penurunan kesadaran, hilangnya rasa dan menjadikan ketergantungan. Termasuk narkotika ialah ganja, heroin, putaw, kokain, morfin dan lain-lain:
- Ganja berasal dan flora Canabis sativa, ibarat pohon ketela. Penjualan ganja bentuk kering disebut mariyuana dan minyak canabis. Digunakan dengan cara dihisap atau dicampur dengan rokok.
- Heroin ialah narkotika yang sangat keras. Berbentuk butiran atau tepung dan cair. Jenis heroin adalab putaw dengan kadar adiktif rendah. Digunakan dengan cara dihisap atau disuntik
- Kokain (coke/charlie/snow) berasal dari flora coca, berbentuk bubuk putih. Kokain mengakibatkan pemakai merasa bahagia yang berlebihan, stres dan gelisah hilang.
- Candu atau opium berasal dan flora Papaver somniferum, imbas candu merusak susunan saraf dan otak. Candu mentah disebut Morfin sanggup menimbulkan kematian.
Dampak negatif pemakaian NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) antara lain :
- Bagi kesehatan: kerongkongan panas, terganggunya fungsi organ-organ tubuh, kanker, kerusakan saraf dan otak, emosi tidak stabil, mengantuk, prestasi menurun, dll
- Bagi ekonomi: sanggup memperbanyak pengeluaran uang (tidak hemat), berbelanja untuk hal yang tidak bermanfaat, mengurangi pemenuhan kebutuhan pokok
- Bagi sosial: pemakai akan dikucilkan dari masyarakat alasannya ialah sering berbuat yanq tidak baik/menimbulkan keresahan warga.
D. Cara Menghindari diri dari imbas NAPZA
Dalam menanggulangi beredarnya NAPZA maka harus tercipta koordinasi yang baik antara pihak orang tua, sekolah/masyarakat dan pihak yang berwajib. Beberapa cara untuk mengatasi gerakan NAPZA adalah:
- Melaporkan segala bentuk kepemilikan, peredaran atau penyalahgunaan kepada pihak-pihak yang terkait
- Mempelajari dengan sungguh-sungguh akan ancaman yang sanggup ditimbulkan akhir mengkonsumsi NAPZA
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME
- Aktif di banyak sekali kegiatan positif, contohnya karang taruna, cukup umur masjid, perkumpulan olah raga, dll
- Berteman dengan orang yang tidak memakai NAPZA
- Belajarlah berkata "TDAK" Jika ditawari NAPZA
- Sering membaca kisah perihal bahaya/korban penggunaan NAPZA
- Menjalin kerjasama/komunikasi yang baik antara banyak sekali pihak dan cara-cara lain untuk mencegah beredarnya NAPZA
Ringkasan:
- NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) ketika ini sering disalahgunakan dan hingga ketika ini sudah menjadikan banyak korban meninggal,
- Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif tidak hanya menjadikan korban jiwa, tapi juga kerugian Ekonomi dan social.

Comments
Post a Comment